Breaking News
Home » Berita » Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Provinsi dan Kabupaten/Kota Penyusunan Dokumen Perencanaan Sanitasi Program PPSP 2016

Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Provinsi dan Kabupaten/Kota Penyusunan Dokumen Perencanaan Sanitasi Program PPSP 2016

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) pada  hari selasa sampai dengan hari jum’at tanggal 19 – 22 April Tahun 2016 mengadakan Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Provinsi Dan Kabupaten/Kota Penyusunan Dokumen Perencanaan  Sanitasi Program PPSP 2016  Gelombang 2,  yang bertempat di The Sunan Hotel Solo, Jalan Ahmad Yani Nomor 40 Solo.

Acara peningkatan kapasitas Pokja sanitasi ini dihadiri oleh 86 (delapan puluh enam) peserta yang berasal dari Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/kota se-Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk peserta dari Kota Banjar, hadir dalam acara ini perwakilan dari Bappeda dan Dinas Kesehatan.

Peningkatan Kapasitas Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Provinsi Dan Kabupaten/Kota Penyusunan Dokumen Perencanaan Sanitasi Program PPSP 2016 ini merupakan bagian dari rangkaian gelombang kegiatan Pokja AMPL Nasional, dimana Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) membagi kegiatan ini menjadi 4 (empat) gelombang, diantaranya, Gelombang 1 untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, yang dilaksanakan pada tanggal 12- 15 April 2016  yang bertempat di Hotel Harris Batam Center,Jl. Engku Putri, Batam.

Gelombang 3, terdiri dari Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, direncanakan dilaksanakan pada tanggal 26 – 29 April  2016 bertempat Swiss-Belresort Watu Jimbar,Jl. Danau Tamblingan No.99A, Sanur, Denpasar.

Peningkatan Kapasitas Pokja pada Gelombang 4, terdiri dari Perwakilan dari Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 10 – 13 Mei 2016 yang bertempat di Hotel Novotel Manado Golf Resort & Convention Center,A.A Maramis Kayuwatu Kairagi II, Kota Manado. Peningkatan  kapasitas Pokja sanitasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Pelaksana Program PPSP Tahun 2016 sesuai dengan surat Bappenas Nomor 1731/D.VII/03/2016 Tanggal 2016 yang terdiri dari 6 Provinsi dan 45 Kabupaten/Kota.

Acara Peningkatan kapasitas Pokja Sanitasi Provinsi dan Kabupaten/Kota ini dibuka oleh perwakilan dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) yang menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada Pokja Sanitasi Provinsi dan Kabupaten/kota mengenai substansi penyusunan dokumen SSK dan membentuk kesepahaman tentang proses dan substansi penyusunan dokumen SSK diantara Pokja Sanitasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sedangkan sasaran dari kegiatan ini adalah mencetak Pokja  sanitasi provinsi dan Kabupaten/kota yang memahami substansi penyusunan dokumen SSK dan terwujudnya dokumen SSK yang berkualitas.  Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa sanitasi yang baik dan layak merupakan  salah satu faktor penunjang kesehatan masyarakat, namun demikian penanganan bidang sanitasi nyatanya belum menjadi prioritas utama bagi pemerintah, baik di Pusat ataupun di daerah.

Rangkaian kegiatan pada hari kedua, diawali kegiatan Pre Test, dengan maksud utuk mengetahui pengetahuan dasar dari peserta tentang Program PPSP. Kegiatan selanjutnya dimulai dengan paparan pengantar Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dengan narasumber dari Direktorat Permukiman dan Perumahan Bappenas yang menyampaikan tema tentang PPSP sebagai strategi dalam pencapaian universal Access sanitasi, kemudian perwakilan dari direktorat sinkronisasi urusan Pemerintahan Daerah II, Kementerian Dalam Negeri menyampaian paparan dengan tema Sanitasi sebagai urusan wajin pemerintah daerah, selanjutnya dari direktorat kesehatan lingkungan, kementerian kesehatan  menyampaikan tema paparan Kebijakan kementerian kesehatan dalam pelaksanaan PPSP-2.

Paparan selanjutnya dari Direktorat PPLP-Cipta Karya, kementerian PUPR yang menyajikan tema tentang Implementasi Program PPSP dalam kerangka Kegiatan di Lingkungan Kementerian PU-PR dan paparan terakhir diisi oleh Kasubdit Perencanaan Teknis yang menyajikan tema tentang Konsep Pengelolaan sektor air limbah, persampahan, dan drainase dalam rangka pencapaian akses universal bidang sanitasi.

Rangkaian kegiatan pada hari ketiga, diawali dengan pembagian kelompok pembahasan menjadi 2 (dua) dimana pembagian  kelompok didasarkan pada wilayah dan provinsi yang berdekatan secara administrasi.  Pembahasan tiap kelompok meliputi: kerangka kerja dalam penyusunan dokumen pemutakhiran SSK, konsep pemutakhiran SSK dan proses serta poin-poin penting dalam dokumen pemutakhiran SSK, Penyusunan Profil Sanitasi eksisting Kabupaten/kota yang terdiri dari Penyusunan Diagram Sistem Sanitasi (pemetaan sanitasi, penentuan permasalahan mendesak), penetapan area berisiko sanitasi dan Strategi Pengembangan Sanitasi yang terdiri dari penentuan zona dan sistem sanitasi, tahapan pengembangan sanitasi (zona dan sistem, tabel pengembangan sanitasi), Kerangka Kerja Logis, Penyusunan program / kegiatan dan indikasi pendanaan sanitasi (SIDLACOM),

Paparan diakhiri dengan tentang pembahasan Nawasis sebagai media komunikasi dalam program PPSP. Sebagai penutup acara pada hari ketiga dilakukan post test, dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman peserta tentang kegiatan PPSP setelah dilakukan peningkatan kapasitas Pokja sanitasi.

Rangkaian kegiatan pada hari keempat sebagai hari terakhir dari peningkatan kapasitas Pokja sanitasi diisi dengan acara penutupan yang meliputi laporan panitia pelaksana, kesan pesan peserta dan doa. Dalam laporannya panitia pelaksana kegiatan mengharapkan bahwa rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas Pokja sanitasi ini menjadi suatu dasar bagi pemutakhiran Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang berkualitas dalam artian bahwa dokumen SSK yang tersusun didasarkan pada kondisi rill di daerah masing-masing dan menyusun program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadapat peningkatan akses universal dalam bidang sanitasi.

Comments

comments

About subid_transportasi

Check Also

Kab/Kota se-Jawa Barat Studi Banding SAKIP ke Kabupaten Banyuwangi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat  memfasilitasi kunjungan kerja …

Tinggalkan Balasan

Powered by Web hosting Serverutama