Breaking News
Home » Berita » Bidang Ekonomi » Ini Dia Hasil Ratas Pembahasan Penataan Destinasi Wisata

Ini Dia Hasil Ratas Pembahasan Penataan Destinasi Wisata

Kepala Bappeda Kota Banjar melaksanakan rapat terbatas untuk membahas rencana penataan destinasi wisata Kota Banjar dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjar, bertempat di Ruang Kepala Bappeda Kota Banjar pada Hari Selasa, 7 Maret 2017.

Hadir pada rapat tersebut Asep Setiadi, S.Sos., M.AP. selaku Sekretaris/Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar beserta Kepala Bidang Pariwisata dan staf. Dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjar dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Ir. H. Edy Djatmiko, M.M. didampingi Kepala Bidang Cipta Karya dan Kepala Bidang Tata Ruang. Sementara dari Bappeda Kota Banjar yang mendampingi Kepala Bappeda diantaranya Sekretaris (H. Agus Nugraha, M.Si.), Kepala Bidang Sosial Ekonomi (Dede Tito Ismanto, S.T., M.E.) dan Kepala Sub Bidang Perencanaan Program Pembangunan (Suyitno, S.Kom., M.AP.).

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda menyampaikan arahan Walikota Banjar untuk rencana penataan destinasi wisata di Kota Banjar, diantaranya:

  1. Situ Leutik
  2. Curug Cibonte
  3. Lembah Pejamben
  4. Curug Panganten

Sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala Bappeda, Sekretaris/Plt. Kepala Dinas  Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar mengatakan bahwa dirinya telah berupaya untuk menggali potensi pariwisata di Kota Banjar, diantaranya dengan membuat liputan khusus tentang Situ Leutik yang disiarkan oleh TVOne. Liputan tersebut dalam rangka mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Kota Banjar kepada masyarakat luas dan alhamdulillah dengan kondisi Situ Leutik sekarang ini banyak orang yang penasaran ingin mengunjunginya bahkan selalu ramai dikunjungi pada saat hari libur dan dirinya mengakui banyak menerima permohonan ijin dari beberapa Event Organizer untuk penyelenggaraan kegiatan di Situ Leutik.

20170307_103133

Tidak hanya itu, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata juga mengajak kepada para Kepala Desa untuk menggali potensi yang ada di desa masing-masing dengan menggunakan APBDes untuk membangun embiro-embrio destinasi wisata seperti Lembah Pejamben yang sekarang mulai ramai dikunjungi untuk sekedar swafoto di spot yang sudah disediakan dengan tarif lima ribu rupiah. Sehingga nantinya bisa berkembang jadi BUMDes yang dapat menghasilkan pendapatan bagi desa.

Tetapi sebelum lebih jauh mengembangkan destinasi wisata sebaiknya Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar sebaiknya mempunyai Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) agar arah penataan pembangunan pariwisata di Kota Banjar menjadi lebih terarah. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjar saat ini baru mempunyai dua dokumen Detail Engineering Design (DED) yaitu DED Penataan Kawasan Situ Leutik dan Virtual Realitynya serta DED Penataan Lembah Pejamben.

Sebagai penutup, kesimpulan dari rapat terbatas tersebut diantaranya adalah:

  1. Mengusulkan kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) untuk dianggarkan sebesar Rp.500 juta s.d 1 milyar pada perubahan anggaran tahun 2017 dengan OPD pelaksana Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar. RIPPDA tersebut harus disusun sampai dengan bentuk Virtual Reality (Video Animasi) yang menggambarkan desain kondisi akhir dari rencana pengembangan pariwisata di Kota Banjar yang terintegrasi;
  2. Untuk tahun 2018 penataan akan difokuskan untuk destinasi wisata Situ Leutik termasuk Curug Cibonte dan Lembah Pejamben;
  3. Diagendakan kunjungan lapangan untuk undangan dari Bappeda Provinsi Jawa Barat dan BKPP Wilayah IV ke Situ Leutik, Jembatan Cijolang II dan Lembah Pejamben (kalau memungkinkan) setelah pelaksanaan Musrenbang RKPD.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Powered by Web hosting Serverutama