Breaking News
Home » Berita » Diskusi Ringan Antara Tenaga Pendamping Desa , Bappeda dan Perwakilan dari Desa

Diskusi Ringan Antara Tenaga Pendamping Desa , Bappeda dan Perwakilan dari Desa

Bappeda Kota Banjar memfasilitasi kegiatan sharing/diskusi antara Tenaga Pendamping Desa, Unsur Bappeda dan Perwakilan dari Desa, bertempat di aula rapat Bappeda Kota Banjar, Rabu 5 Juli 2017. Kegiatan diskusi ini dalam rangka silaturahmi dan diskusi untuk menggali permasalahan serta upaya pemecahannya terkait dengan penyelenggaran Pemerintah Desa terutama dalam penyusunan dokumen perencanaan desa, penyusunan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBDes.

Hadir dalam kegiatan diskusi tersebut 6 orang dari 12 orang jumlah keseluruhan tenaga pendamping desa, unsur Bappeda yang dihadiri oleh Sekretaris, masing-masing kepala bidang dan kepala sub bidangnya serta dari perwakilan desa, yang dihadiri oleh Desa Binangun, Neglasari, Mulyasari dan Desa Raharja.

Agus Heryanto salah seorang Tenaga Pendamping Desa yang spesialis dibidang pembangunan partisipatif menyampaikan maksud dan tujuan keinginanya melakukan diskusi. Menurutnya pendamping desa merupakan hal yang baru sejak tahun 2016 setelah kegiatan PNPM, dengan demikian masih ada kelemahan dalam pelaksanaan pendampingannya. Seringkali terbentur dengan keengganannya desa untuk didampingi. Selain itu sumber daya tenaga pendamping juga masih perlu ditingkatkan kompetensinya.

Disamping itu, ada empat program prioritas amanat dari pemerintah pusat untuk dilaksanakan oleh tingkat desa, diantaranya embung desa , produk unggulan desa, BUMDes dan sarana prasarana olahraga.

Salah seorang tenaga pendamping desa yang memegang bidang pengembangan ekonomi desa menyampaikan beberapa permasalahan diantaranya BUMDes yang masih berorientasi simpan pinjam. Dia mengharapkan kedepan BUMDes harus bergerak ke ekonomi produktif yang menghasilkan. Sebagai kegiatan pilot project, saat ini tenaga pendamping sedang melakukan pembinaan terhadap BUMDes Mekarharja dan Langensari. Permasalahan lainnya adalah terkait produk unggalan desa dan juga kaitannya dengan rencana tata ruang pengembangan kawasan perdesaan yang sudah direncanakan oleh Pemerintah Kota Banjar.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Desa Binangun yang hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan beberapa permasalahan dilapangan, menurutnya ada empat masalah utama yang dihadapi diantaranya: regulasi, manajemen, peningkatan kualitas SDM dan komunikasi serta perubahan mindset. Terkait dengan BUMDes dan produk unggulan desa, menurutnya saat ini terus berupaya untuk meningkatkan tata kelola Destinasi Wisata Lembah Pejamben, dimana menurutnya saat ini sudah bisa menghasilkan kurang lebih 50 juta dalam seminggu. Artinya Desa Binangun mempunyai potensi agar kedepan menjadi Desa Wisata yang profesional sebagaimana desa-desa lain di luar Jawa Barat yang sudah berhasil dengan pengelolaan BUMDesnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan