Breaking News
Home » Berita » Bidang Sosial Budaya » Bidang Pemsosbud Bappeda Provinsi Menyelenggaran Bintek P3BM

Bidang Pemsosbud Bappeda Provinsi Menyelenggaran Bintek P3BM

Bappeda Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pro Poor Planning, Budgeting and Monitoring pada Hari Rabu – Sabtu tanggal 29 Maret – 1 April 2017 bertempat di Marbella Suite Hotel, Dago Pakar – Bandung Jawa Barat. Bintek ini ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas perencana terkait dengan bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat ke kabupaten/kota untuk kegiatan Pro Poor Planning, Budgeting and Monitoring (P3BM) dan Responsif Gender pada tahun 2017 ini.

Bintek ini dihadiri oleh perwakilan dari OPD Provinsi masing-masing 1 orang, sementara perwakilan dari masing-masing Bappeda Kabupaten/Kota sebanyak 2 orang dan hadir sebagai narasumber dari Sekretariat P3BM Bappenas sebanyak 5 orang.

Materi utama yang diajarkan kepada peserta bintek adalah penjelasan tentang indikator dan metadata serta penggunaan tools untuk analisis perumusan program dan kegiatan pengentasan kemiskinan. Ada 5 jenis indikator yang harus dipahami, indikator tersebut adalah : (1) Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), (2) Indikator Sektoral, (3) Indikator Indeks Pembangunan Desa (IPD), (4) Indikator Suistainable Develompent Goals (SDGs) dan (5) Indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Sementara untuk tools analisis yang diajarkan adalah penggunaan Scorecard Indikator Pembangunan dan pemetaan dengan menggunakan software Quantum GIS. Dengan Scorecard Indikator Pembangunan, kita bisa membaca kondisi yang sedang dianalisis dengan mudah karena ditampilkan warna-warna (ada merah, kuning, hijau) sebagai pembeda, misalnya prioritas penanganan adalah untuk indikator-indikator atau kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan yang masih berwarna merah.

Begitupun dengan penggunaan software analisis Quantum GIS, dengan memasukan data-data indikator capaian kedalam sofware, maka akan ditampilkan peta dengan berbagai warna sebagai bahan analisis. Sebagai contoh akan ditampilkan korelasi antara capaian IPM di Jawa Barat dan angka kematian balita pada tahun 2014 berikut ini:

Dari gambar diatas dapat disampaikan bahwa kabupaten/kota dengan IPM dibawah 65,8 (hijau muda) memiliki angka kematian balita yang cukup tinggi, sehingga program kegiatan dan anggaran diprioritaskan untuk daerah-daerah dengan IPM rendah dan angka kematian balita cukup tinggi. Dengan demikian program kegiatan lebih tepat sasaran.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Powered by Web hosting Serverutama